“Mulai dari laut (transportasi) Aceh paling top itu Sabang. Karena kondisi perairannya dalam,” katanya.
Selain itu Budi Karya menawarkan, sistem pengelolaan pelabuhan dengan skema kerja sama antara Pemerintah (Kemenhub) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), agar penyediaan transportasi dan pengembangan infrastruktur logistik lebih efisien di seluruh Indonesia dalam upaya mewujudkan peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Karena itu saya minta Gubernur agar beberapa pelabuhan yang ada di Aceh ini kita konsolidasikan ke BUMD dengan perusahaan dari Jakarta. Ini punya Kemenhub kita berikan supaya pelabuhannya ekonomis memiliki keuntungan untuk BUMD,” katanya.
Selama ini, katanya, pengangkutan logistik masih terbatas pada angkutan darat saja, di mana secara ekonomis itu lebih mahal dibandingkan dengan jalur laut dengan muatan lebih besar.
Selain itu, terkait umrah dan haji yang menjadi konsen Pj Gubernur Aceh, kata Budi, dipastikan para jemaah dapat melakukan penerbangan langsung dari Banda Aceh, sebagaimana diketahui selama ini, penerbangan umrah dilakukan dari bandara Kuala Namu Sumatera Utara.
“Nanti bisa kita kumpuli dari Surabaya Lombok, Makassar, lalu ke Aceh, bisa sekali seminggu hingga 4 kali seminggu. Sehingga yang umrah gak mahal bisa irit minimal 1- 2 juta,” pungkasnya.[]


















































































































Komentar Terbaru