UPDATE

NASIONAL

Debat Pilpres 2024 Amunisi Debat di Media Sosial, Pengaruh Debat Pilpres Pada Elektoral

Ada hal menarik yang disampaikan oleh Karlsen dan Enjolras (2016) seperti yang dikutip Reveilhac (2013) bahwa pesan-pesan aktor politik di media sosial tidak hanya dapat dilihat oleh pengguna lain (pengikut atau pengguna yang tertarik dengan politik), tetapi juga dilihat oleh nonpengguna melalui saluran media tradisional. 

Saya mengembangkan gagasan ini dengan mengatakan bukan hanya pesan-pesan aktor politik, tetapi juga perilaku aktor  politik yang terekam media sosial bisa berkembang menjadi pemberitaan yang tersebar melalui media tradisional. Sebagai contoh, pascadebat cawapres saya melihat sebuah video yang tersebar dalam sebuah grup percakapan yang berisi capres Prabowo yang ikut menyaksikan debat cawapres secara langsung memanggil Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. 

Ketika Bahlil mendekat, terlihat Prabowo menarik jaket Bahlil sambil mengucapkan sesuatu kepada Bahlil. Video ini kemudian viral lalu, menjadi pemberitaan sejumlah media nasional. Tercatat Detik.com menurunkan berita tersebut dengan judul, “Viral Prabowo Tarik Bahlil Saat Debat Cawapres, Begini Faktanya” dan Tempo.co “Beredar Video Prabowo Tarik Jas Bahlil, TKN: Wong Mereka Ketawa, Kok Dibilang Kekerasan.” Sementara Kompas.com memberi judul, “Ditarik Prabowo saat Debat Cawapres, Menteri Bahlil Kaget Narasi Dikasari Prabowo.”

Sulit untuk menentukan siapakah yang lebih unggul pada pada debat pilpres pertama yang menampilkan para capres serta debat kedua yang menampilkan para cawapres. Tidak ada keunggulan mutlak karena debat ini tidak dinilai oleh juri yang memiliki wewenang menentukan pemenang. Pemenang debat ditentukan oleh masing-masing pemilih. Saya beranggapan bahwa di era sekarang kemenangan debat tidak hanya ditentukan pada saat debat berlangsung namun terus bergulir hingga debat telah selesai. 

Debat pilpres memberikan amunisi untuk para pendukung berdebat di media sosial untuk mempersuasi dan memengaruhi pengguna media sosial. Ripolles, Olivella & Franch (2017) mengutip Enli (2017) yang menyebutkan media sosial memiliki dampak agenda setting. Hal ini dapat dipahami bahwa berbagai komentar debat pilpres yang bertebaran di media sosial yang bahkan dilengkapi dengan foto maupun video bukan sekadar kiriman dari warganet biasa. Namun itu bisa saja bagian dari agenda setting untuk saling menempatkan kandidat masing- masing pada peringkat atas.

 

*) Iwel Sastra adalah dosen komunikasi & pemasaran politik

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.