Meski begitu, utang yang sudah cair itu lebih rendah dari kesepakatan awal. Tiko, sapaan akrab Kartika, sempat menyebutkan total pinjaman yang diajukan oleh konsorsium Indonesia kepada CDB senilai USD 550 juta atau sekitar Rp 8,3 triliun alias masih kurang Rp 2 triliun.
Adapun PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terdiri dari konsorsium China diwakili oleh Beijing Yawan dengan porsi saham 40 persen, dan konsorsium Indonesia terdiri lima perusahaan konsorsium lokal yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dengan porsi saham 60 persen.
Dengan demikian, pembengkakan biaya yang menjadi beban PT KAI (Persero) hanya pinjaman CDB senilai Rp 6,9 triliun dan ekuitas menggunakan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang sudah cair tahun lalu sebesar Rp 3,2 triliun.
Komentar Terbaru