Minggu, 21/07/2024 - 21:30 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Bahlil Lahadalia Akui Belum Ada Investor Asing di IKN, Suharso: Yang Domestik Banyak

BANDA ACEH -Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, merespons pengakuan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, yang menyebut belum ada investasi asing masuk di proyek Ibu Kota Negara (IKN).

Menurut Suharso, meski investor asing belum ada yang masuk, namun investor domestik sudah cukup banyak.

“(Investor) domestik sudah banyak,” kata Suharso, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6).

Suharso meyakini, hingga kini investor asing masih wait and see. Menurutnya, hal itu wajar dan lumrah dalam dunia bisnis. Terlebih Indonesia akan mengalami pergantian kepemimpinan nasional dalam waktu tak lama lagi.

Berita Lainnya:
PLN Perkuat Kolaborasi Global, Gandeng USAID untuk Akselerasi Transisi Energi

“Saya kira hal umum dan biasa, pada setiap pergantian kepemimpinan, investor mau lihat dulu, conformity, seperti apa. Kalau menurut mereka pas, saya kira nggak ada soal, kan ini negara yang besar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengakui, hingga kini belum ada investor asing masuk proyek IKN.

Menurutnya, IKN saat ini baru butuh investasi dari dalam negeri, untuk pembangunan tahap I, yakni Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sementara investor asing akan masuk di pembangunan tahap II.

Berita Lainnya:
Kena Kredit Macet, Ekonom Soroti Tata Kelola BUMN di Bawah Kemenkeu

“Kalau ditanya kenapa belum ada investasi asing, desain kita itu klaster pertama selesai di lingkaran I (Kawasan Inti Pusat Pemerintahan/KIPP IKN), baru masuk investasi asing di lingkaran II,” kata Bahlil, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta Pusat, Selasa (11/6)


Reaksi & Komentar

فَأَتْبَعَ سَبَبًا الكهف [85] Listen
So he followed a way Al-Kahf ( The Cave ) [85] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi