BANDA ACEH – SERATUS hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat kiprah awal yang simpatik, apalagi dengan peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah pada 6 Januari 2025. Dari anggaran Rp71 triliun dari APBN 2025, program ini tujuannya memberi makan bergizi pada peserta didik dari PAUD hingga SMA, serta balita dan ibu hamil.Program tersebut diterapkan bertahap, menarget 40 persen penerima manfaat di 2025, 80 persen di 2026, dan 100 persen pada 2029. Dalam tiga bulan pertama, pemerintah berhasil menjangkau tiga juta penerima manfaat, yang termanifestasi janjinya pada kesejahteraan dan pendidikan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan inisiatif memberi makan saja, tapi potensinya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Manfaatnya mencakup peningkatan gizi anak, dukungan kesehatan, dan kualitas pendidikan, program ini menuai reaksi positif yang mulai terlihat, semisal meningkatnya kehadiran dan semangat belajar siswa di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Kendati, pelaksanaan MBG cerminan janji pemerintah pada kesejahteraan dan pendidikan, masalah tetap ada. Dus, melakukan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan, dibutuhkan agar program ini efektif dan tak hanya jadi proyek yang kesannya “instan”.
Tantangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meliputi koordinasi antar lembaga, penyesuaian menu sesuai kebutuhan daerah, dan memastikan berlanjutnya program. Aspek keamanan pangan mesti diperhatikan agar tidak menciptakan ketergantungan jangka panjang.
Walaupun ada tantangan, potensi reaksi positif MBG mengesankan. Studi INDEF 2024 mengungkap bahwa program ini bisa mendorong PDB sebesar Rp4.510 triliun, atau 34,2 persen dari estimasi. Tegasnya bahwa investasi dalam gizi dan pendidikan bermanfaat bagi individu, dan juga bisa memberi efek pengganda bagi perekonomian negara.
Kepuasan Publik
Survei terbaru dari Litbang Kompas 2025 merilis tingkat kepuasan masyarakat pada kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 80,9 persen, angka yang cukup mengejutkan. Respon positif tentu datang dari pendukung setia, tapi juga dari yang sebelumnya tak memilih pasangan ini, indikasinya bahwa kebijakan yang diterapkan dalam 100 hari pertama berhasil menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Satu program yang mendapat apresiasi tinggi yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah. Program ini tak cuma terpenuhinya kebutuhan dasar, tapi juga representasi janji pemerintah pada kesejahteraan dan pendidikan generasi muda. Tingginya tingkat kepuasan tersebut menafsir bahwa masyarakat merespon positif langkah perdana yang diambil oleh pemerintahan baru.


















































































































Komentar Terbaru