Serangan lainnya, pada 13 Maret, menargetkan rumah Ziyad al-Nakhalah, pemimpin kelompok Palestina. Pejabat PIJ mengatakan rumah tersebut telah kosong selama bertahun-tahun dan Nakhalah tidak berada di Suriah.
Pada Desember, setelah jatuhnya penguasa lama Suriah Bashar al-Assad, media Israel melaporkan bahwa Nakhalah telah meninggalkan negara itu, karena khawatir akan pembunuhan oleh Israel.
Kepemimpinan baru kelompok Islam di Damaskus telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran dan berharap dapat membangun kembali dukungan regional dan internasional terhadap Suriah, termasuk menghilangkan sanksi dan mendanai rekonstruksi setelah perang saudara yang brutal selama 14 tahun.
Sementara Yordania telah memberlakukan larangan besar terhadap Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi paling vokal di negara itu. Kelompok tersebut selama ini yang paling kencang mendorong pemerintah Yordania mengambil tindakan terkait genosida di Gaza.
Pemerintah mengeklaim hal ini setelah anggota kelompok tersebut diketahui terkait dengan rencana sabotase, kata Menteri Dalam Negeri Mazin Fraya. Aljazirah melansir, Polisi mengepung markas besar partai tersebut pada hari Rabu dan menggeledahnya. Fraya mengatakan semua aktivitas kelompok tersebut akan dilarang dan siapa pun yang mempromosikan ideologinya akan dimintai pertanggungjawaban oleh hukum.
Larangan tersebut mencakup publikasi apa pun yang dilakukan kelompok tersebut dan penutupan serta penyitaan seluruh kantor dan propertinya, tambahnya. Belum ada komentar dari kelompok tersebut, yang telah beroperasi secara legal di Yordania selama beberapa dekade dan memiliki dukungan akar rumput yang luas di pusat-pusat kota besar dan puluhan kantor di seluruh negeri.
Anggota kelompok tersebut telah memimpin beberapa protes terbesar di wilayah tersebut terhadap perang Israel di Gaza. Sikap tersebut memungkinkan mereka untuk meningkatkan popularitas mereka. Selama dua tahun terakhir, Yordania telah memperketat pembatasan terhadap kelompok tersebut, melarang beberapa kegiatannya dan menangkap para pembangkang anti-pemerintah yang vokal.
Front Aksi Islam, sebuah partai politik yang terkait dengan kelompok tersebut, memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan parlemen tahun lalu dengan latar belakang protes massal terhadap Israel atas perang mereka di Gaza.
Yordania melarang Ikhwanul Muslimin satu dekade yang lalu namun secara resmi memberikan izin kepada kelompok sempalannya dan terus menoleransi Front Aksi Islam sambil membatasi beberapa aktivitasnya. Belum jelas sejauh mana larangan terbaru ini akan berlaku.
































































































Beri Komentar