UPDATE

OPINI
OPINI

Perlindungan Siber Anak dan Perempuan: Negara Wajib Hadir Melindungi

Sistem pendidikan Islam menjadikan iman sebagai fondasi berpikir. Maka literasi digital yang dibangun dalam sistem ini akan mencetak generasi yang tak hanya cerdas bermedia, tapi juga tangguh terhadap godaan dunia maya.

Penutup: Urgensi Perlindungan Siber Secara Kaffah

Perempuan dan anak membutuhkan jaminan perlindungan siber yang nyata, bukan hanya seruan moral atau kampanye sesaat. Negara harus hadir secara utuh—membangun ekosistem digital yang sehat, menyaring konten destruktif, dan memberi pendidikan digital berbasis iman.

Sistem sekuler kapitalisme telah gagal memberi jaminan keselamatan. Maka solusi bukan pada tambalan kebijakan, melainkan pada perubahan sistem menuju Islam kaffah. Khilafah Islamiyah akan hadir sebagai pelindung, pengarah, dan pendidik dalam menghadapi dunia digital. Sebuah sistem yang bukan hanya memikirkan dunia, tapi juga keselamatan di akhirat.

Sudah saatnya umat menyadari bahwa kemajuan teknologi tanpa landasan iman hanyalah jalan menuju kehancuran moral. Kesadaran ini harus ditumbuhkan dari keluarga, komunitas, hingga negara. Namun, upaya individu tidak akan cukup tanpa sokongan sistem yang melindungi secara menyeluruh. Oleh karena itu, seruan untuk kembali kepada aturan Islam secara kaffah bukan sekadar idealisme, tapi kebutuhan mendesak. Dunia siber tak boleh dibiarkan menjadi ladang kejahatan yang tak terkontrol. Hanya sistem Islam yang mampu memastikan bahwa teknologi menjadi rahmat, bukan malapetaka. Maka, perjuangan menegakkan Khilafah adalah bagian dari ikhtiar perlindungan sejati bagi generasi penerus umat.

Wallahu’alam bish shawab.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.