BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Besar terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat.
Sepanjang Tahun Anggaran 2025, berbagai program strategis berhasil direalisasikan secara merata di sejumlah kecamatan dan gampong, mulai dari sektor irigasi, jalan, permukiman, sanitasi hingga penyediaan air bersih.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Besar, Syahrial Amanullah, ST, di Ruangnya di Kota Jantho, Selasa (3/2/2026).
Syahrial mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari perencanaan yang matang serta dukungan penuh pimpinan daerah dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur yang kita laksanakan pada Tahun 2025 tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Fokus kita adalah pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup warga Aceh Besar,” ujar Syahrial Amanullah.
Di sektor sumber daya air, Dinas PUPR Aceh Besar merealisasikan rehabilitasi tiga unit bendung irigasi kewenangan kabupaten yang tersebar di tiga kecamatan.
Selain itu, rehabilitasi saluran primer dan sekunder irigasi sepanjang 830 meter di satu daerah irigasi turut diselesaikan untuk menjamin kelancaran suplai air pertanian. Normalisasi saluran pembuang irigasi sepanjang 5.240 meter di tiga lokasi juga dilakukan sebagai langkah antisipasi banjir dan penguatan fungsi jaringan irigasi.
Syahrial menegaskan, sektor irigasi menjadi salah satu prioritas utama karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan daerah.
“Perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian. Dengan irigasi yang baik, petani dapat lebih optimal dalam mengelola lahan mereka,” jelasnya.
Selain itu, pemeliharaan bendung dan jaringan irigasi kewenangan kabupaten di 18 daerah irigasi yang tersebar juga terus dilakukan guna menjaga keberlanjutan infrastruktur yang telah dibangun.
Pada sektor permukiman dan sanitasi, Dinas PUPR Aceh Besar membangun 22 unit sumur gali bagi masyarakat miskin yang tersebar di tujuh gampong. Empat unit MCK umum juga dibangun di empat gampong sebagai upaya peningkatan kesehatan lingkungan masyarakat.
Sementara itu, pembangunan dan rehabilitasi drainase lingkungan sepanjang 2.450 meter di 12 gampong menjadi solusi mengatasi genangan dan banjir lokal.
“Akses air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, program sumur gali, MCK, drainase, dan sanitasi individual terus kita dorong,” tambah Syahrial.


















































































































Komentar Terbaru