Berdasarkan pengenalan mendalam yang ia miliki terhadap rekam jejak serta integritas pribadi sang Menhan, Said Didu menyatakan secara tegas bahwa dirinya sama sekali tidak percaya terhadap framing liar dan narasi negatif yang dipaksakan beredar di media massa maupun media sosial.
“Saya lebih 30 tahun mengenal Sjafrie, saya betul-betul, saya bilang betapa negara ini rusaknya karena hanya framing seseorang,” tutur tokoh vokal ini prihatin dengan mudahnya opini publik dipermainkan oleh kepentingan politik tertentu.
Ia pun menyampaikan pembelaan pasang badan dan memberikan pernyataan penutup yang menohok kepada pihak-pihak yang dianggapnya bertanggung jawab di balik pembuatan isu jahat tersebut. Said Didu optimis bahwa kebenaran pada akhirnya akan menyingkap segala kebohongan yang sengaja dirancang untuk merusak reputasi pejabat negara.
“Saya paham dia. Gak mungkin melakukan itu. Kalian boleh berbohong. Kalian boleh berframing. Tapi saya menyatakan, saya paham dia,” tegas Said Didu mengakhiri keterangannya.
Kritik dan pengungkapan yang disampaikan oleh Said Didu ini menambah panjang daftar eskalasi politik nasional. Keterbukaan informasi mengenai adanya dugaan faksi penyusup serta permainan isu gelap ini diharapkan dapat menjadi alarm kewaspadaan bagi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengawal serta mengamankan jalannya seluruh agenda prioritas pembangunan bangsa. (*)

















































































































Komentar Terbaru