UPDATE

NASIONAL

Sama-sama Asal Madiun, Profil Bossman Mardigu Pendiri Mie Newmind Bersama Bima Candra Karisma

Sekembalinya ke Tanah Air pada tahun 2001, Mardigu sempat mengabdikan diri dan berdinas di salah satu institusi militer tinggi serta dinas rahasia militer Indonesia. Namun, masa dinas tersebut tidak berlangsung lama dan ia dicopot dari ikatan dinas lantaran penyesuaian terkait spesialisasi keilmuan yang ditekuninya. Perjalanan kariernya kemudian beralih ke dunia profesional dan bisnis, diawali dengan menjadi seorang banker di salah satu bank ternama.

Sejak dekade 1990-an, tepatnya sekitar tahun 1996, jiwa kewirausahaan Mardigu sudah mulai terlihat mapan. Ia tercatat mengelola dan memiliki beberapa badan usaha strategis, di antaranya bisnis penukaran mata uang (money changer) hingga pengoperasian kapal angkut khusus barang tambang yang beroperasi di wilayah Kalimantan.

Di panggung gagasan publik dan ekonomi, Mardigu dikenal vokal menyuarakan pengadopsian konsep MMT (Modern Monetary Theory). Menurut pandangannya, penerpan konsep ini mampu memangkas dan mengurangi ketergantungan ekonomi negara terhadap mata uang dolar AS. Sebagai solusinya, ia secara terbuka mengusulkan penciptaan mata uang baru bernama “Dinar” yang disokong oleh underlying aset emas murni agar nilai tukarnya jauh lebih stabil dan tahan terhadap inflasi.

Bukan hanya berkecimpung di sektor ekonomi dan bisnis, sosok yang mengaku pernah menjabat sebagai pembantu staf ahli kementerian pada rentang tahun 2014 hingga 2019 ini juga dikenal luas sebagai pengamat terorisme. Dalam rekam jejak pengamatannya, ia mengklaim telah melakukan wawancara langsung secara mendalam terhadap sekitar 400 orang anggota teroris.

Di samping kesibukan mengelola lini bisnis dan aktivitas digitalnya, Bossman Mardigu juga aktif menjalankan misi sosial dan kemanusiaan. Ia memproklamirkan dirinya sebagai seorang filantropis dengan mendirikan dan mengelola program Rumah Yatim Indonesia, sebuah lembaga kepedulian sosial yang kini tercatat membina dan mengasuh sedikitnya 1.000 santri dari berbagai daerah.

Kombinasi antara kepiawaian bisnis Bima Candra Karisma dan pemikiran strategis serta popularitas Bossman Mardigu kini menjadi fondasi kokoh bagi perkembangan Mie Newmind. Sinergi dua putra daerah asal Madiun ini terbukti mampu membawa merek kuliner lokal melesat menjadi salah satu pemain bergengsi di industri kuliner dan gaya hidup tanah air. (*)

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.