UPDATE

NASIONAL

Ijazah SMA Gibran Dipersoalkan, Denny Indrayana Siapkan Rp100 Juta bagi yang Bisa Menunjukkannya

BANDA ACEH – Polemik mengenai riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan.

Kali ini, isu tersebut muncul setelah Guru Besar Hukum Tata Negara Denny Indrayana membuat sayembara dengan hadiah Rp100 juta bagi siapa saja yang dapat menunjukkan ijazah asli SMA atau sederajat milik Gibran.

Sayembara itu disampaikan Denny melalui pernyataannya di media sosial dan langsung memancing perhatian publik.

Denny bahkan mengaitkan sayembara tersebut dengan sikap politiknya terhadap Gibran sebagai Wakil Presiden.

“Jika Mas Wapres bisa menunjukkan ijazah asli SMA/sederajat, saya berhenti meminta Gibran mundur,” kata Denny dikutip dari unggahannya di Medsos X pribadinya, Minggu (9/8/2026)

Sebaliknya, Denny menyatakan apabila Gibran tidak dapat menunjukkan ijazah asli SMA atau sederajat, menurut dia, Gibran seharusnya bersedia mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden.

“Sebaliknya, jika Mas Wapres tidak bisa tunjukkan, Gibran wajib legowo mundur,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Denny juga menawarkan hadiah uang tunai kepada pihak yang mampu menunjukkan dokumen yang dimaksud.

“Siapapun yang bisa menunjukkan ijazah asli SMA/sederajat Mas Gibran, akan saya beri hadiah 100 juta Rupiah,” kata Denny.

Pernyataan tersebut kembali membawa publik pada polemik panjang mengenai riwayat pendidikan Gibran yang sebelumnya sempat menjadi perdebatan di ruang publik.

Sorotan terutama tertuju pada pendidikan menengah Gibran yang ditempuh di luar negeri.

Dalam sejumlah pemberitaan, Gibran disebut menempuh pendidikan di Orchid Park Secondary School, Singapura, pada 2002 hingga 2004.

Setelah itu, riwayat pendidikannya berlanjut ke UTS Insearch di Sydney, Australia, pada 2004 hingga 2007. Data mengenai riwayat pendidikan tersebut juga pernah muncul dalam pemberitaan terkait pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden.

Perdebatan kemudian berkembang pada pertanyaan mengenai status dan kesetaraan pendidikan tersebut dengan jenjang SMA atau sederajat di Indonesia.

Sebagian pihak mempertanyakan apakah dokumen pendidikan yang dimiliki Gibran memenuhi persyaratan pendidikan sebagaimana dipersyaratkan bagi calon presiden dan wakil presiden.

Sementara itu, pihak yang mendukung Gibran menilai persoalan tersebut harus dilihat berdasarkan dokumen serta pengakuan lembaga yang berwenang, bukan semata-mata berdasarkan asumsi yang beredar di media sosial.

Polemik itu juga pernah menyeret nama sejumlah lembaga pendidikan tempat Gibran menempuh pendidikan setelah menyelesaikan sekolah di Singapura.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.