“Setelah kejadian itu, pertemuan 24 Agustus yang dibaca Pak Prabowo bukan Budi Arie. Langkah Pak Jokowi,” ujarnya.
Budianto menilai posisi politik Jokowi dan keluarganya kini menjadi faktor penting dalam membaca dinamika hubungan antara kekuasaan lama dan pemerintahan Prabowo.
“Kalau misalnya nanti terjadi situasi yang tidak menguntungkan bagi keluarga Solo, Gibran tidak bisa diharapkan, apa yang menjadi penjaga terakhir dari Dinasti Solo ini?” katanya.
Menurut Budianto, salah satu kemungkinan yang dibayangkannya adalah adanya harapan agar Prabowo tetap memberikan jaminan keamanan politik kepada keluarga Jokowi.
Komentar Terbaru