Kemudian, Irjen. Pol. Mashudi dipercaya menjabat Kepala Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Kapusinafis) Bareskrim Polri tahun 2021.
Terhitung sejak 9 Januari 2025, ia resmi mengemban amanat sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), sekaligus menyandang dua bintang di pundaknya.
Berikut riwayat perjalanan karier Irjen. Pol. Mashudi:
- Kapolres Deli Serdang
- Kapolres Asahan (2009)
- Wadir Reskrim Polda Sumut (2010)
- Kasubdit I Dittipidum Bareskrim Polri (2012)
- Dirreskrimsus Polda Lampung (2014)
- Analis Kebijakan Madya bidang Pidkor Bareskrim Polri (2015)
- Dirreskrimsus Polda Kalbar (2016)
- Irbidjemengarku Itwil II Itwasum Polri (2017)
- Irwasda Polda Jateng (2020)
- Kapusinafis Polri (2021)
- Dirjen Pemasyarakatan Kemenimipas (9 Januari 2025 hingga sekarang).
Mashudi Tolak Mundur Imbas Temuan Rumah Mewah Lapas Cibinong
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Irjen (Purn) Mashudi menolak mundur dari jabatannya usai video viral ditemukannya klaster mewah pada Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.
Mashudi menyatakan, dirinya masih sanggup menjalani tugas sebagai Dirjen PAS.
“Ini terkait lagi juga dengan warga binaan. Kalau lapas, petugas-petugasnya dengan proses investigasi ini diberikan sanksi, bukan hanya penonaktifan, bahkan kalau terbukti secara nyata bahwa itu dilakukan oleh petugas, bukan hanya dinonaktifkan, Pak, tapi diberhentikan,” ujar anggota Komisi XIII DPR Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo di ruang Komisi XIII DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
“Kalau ada unsur pidananya di dalam proses dengan warga binaan ini, entah suap-menyuap, entah pemerasan, ini juga harus diproses. Ini Pak Dirjen masih sanggup enggak, Pak, ngurus ini nih, Pak?” sambungnya.
“Masih,” teriak Mashudi.
“Kalau Bapak enggak sanggup, Bapak mundur juga. Semua ini di dalam pengawasan Pak Dirjen,” tegur Yanuar.
Menurut Yanuar, jika Mashudi sudah tidak sanggup menata dan merotasi para pegawai Ditjen Pemasyarakatan maka lebih baik dia berhenti saja.
Dia mengingatkan Mashudi betapa pentingnya reward and punishment bagi petugas.
Sebab, Yanuar mendapati Mashudi malah mempromosikan petugas yang bermasalah.
“Ini catatan saya berikutnya, Pak. Kasi Binadik, ada di sini enggak? Yosep. Kamu maju sini. Kenapa saya sampaikan reward and punishment ini penting di dalam rotasi dan mutasi petugas lapas. Pertama, Pak Wisnu terlalu lama di sana, tiga tahun di sana,” kata Yanuar.
Yanuar kemudian memanggil Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Cibinong Yosep dalam rapat tersebut.































































































Beri Komentar