BANDA ACEH – Makan siang sederhana bisa memiliki makna Politik yang tidak sederhana. Itulah yang pernah terjadi ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka duduk satu meja dengan Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, Agustus 2025.Kini, lebih dari setahun setelah momen tersebut, publik kembali memiliki alasan untuk mengingatnya.
Anak Buah AHY Guncang Legitimasi Gibran: Putusan MA Jadi Tamparan Keras, Wapres Sebaiknya Mundur
Situasi politik Gibran tengah menjadi sorotan setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi terkait keabsahan surat keterangan (suket) penyetaraan pendidikan SMA miliknya. Melalui Putusan Nomor 742 K/TUN/2026, MA menyatakan surat keterangan tersebut tidak sah dan batal demi hukum.
Putusan yang diketok pada Jumat (30/10/2026) itu menjadi babak baru polemik administrasi pendidikan Gibran yang sebelumnya digunakan dalam proses pencalonannya sebagai Wakil Presiden pada Pilpres 2024.
Persoalan tersebut semakin menarik perhatian setelah sejumlah pihak mempertanyakan konsekuensi hukum dan politik dari putusan MA. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, bahkan memberikan penafsiran bahwa penggunaan kata “batal” dalam amar putusan mengarah pada konsekuensi berlaku surut atau ex-tunc.
Di sisi lain, kuasa hukum Gibran menyatakan putusan tersebut tidak memengaruhi kedudukan kliennya sebagai Wakil Presiden. KPU juga menyampaikan pandangan bahwa tahapan Pemilu 2024 telah berakhir dengan pelantikan pasangan calon terpilih.
Dengan demikian, polemik ini belum berhenti pada persoalan keabsahan dokumen, tetapi juga berkembang menjadi perdebatan mengenai konsekuensi hukum dan politiknya.
Makan Siang Plus-Plus yang Pernah Menjadi Sinyal Politik
Di tengah situasi tersebut, menarik untuk kembali melihat pertemuan Gibran dan Dasco pada Agustus 2025.
Kala itu, Gibran mengunggah foto makan siang bersama Dasco melalui akun Instagram pribadinya. Dasco juga membagikan momen serupa.
Keduanya tampak kompak menatap kamera. Menu yang tersaji pun terbilang sederhana: mi bakso, nasi dendeng balado, dan tumis daun pepaya.
“Makan siang bersama Wakil Ketua DPR RI Bapak @sufmi_dasco. Menunya Mie Bakso, Nasi Dendeng Balado dan Tumis Daun Pepaya. Selamat berakhir pekan untuk kawan-kawan semua,” tulis Gibran.
Namun, pertemuan itu tidak sekadar dibaca sebagai agenda kuliner biasa.
Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, kala itu menyebut pertemuan tersebut sebagai makan siang plus-plus. Menurutnya, ada kemungkinan banyak hal yang dibicarakan, terutama mengenai kondisi politik terkini dan program pemerintah.



















































































































Komentar Terbaru