Ujuk-ujuk, kata Sulaiman Datu, dari ketigabelas nama itu akhirnya sudah tersaring dan tersisakan 6 nama yang menurut info yang berkembang di opini masyarakat, di antaranya adalah Nanang Hendriana, Asep Saripuddin dari pihak eksternal dan dari internal Bank Aceh Syariah ada Amal Hasan, Budi Kafrawi, Iskandar serta Muhammadsyah.
“Aneh memang, rakyat Aceh tidak tahu siapa-siapa saja ke-13 nama-nama kandidat calon Direktur Utama bank Aceh, padahal bank itu milik publik. Ujuk-ujuk, tiba-tiba sudah diseleksi oleh LPPI dan menyisakan 6 nama. Dari nama-nama ke-6 orang itupun saya tahunya dari kawan-kawan. Kemudian tanpa kita ketahui cuaca apa saat itu yang terjadi, tiba-tiba lagi muncul nama beberapa hari terakhir ini 3 nama calon direktur utama di antaranya Nanang Hendriana, Asep Saripuddin dan Muhammadsyah dan lagi-lagi saya tahunya dari mulut ke mulut, lalu pertanyaan mendasar yang mewakili masyarakat Aceh adalah siapa sebenarnya mereka-mereka itu?,” tanya Sulaiman Datu.
Inilah, kata Sulaiman Datu yang mesti dijelaskan oleh pihak KRN kepada publik saat itu. Siapa dan bagaimana profil mereka agar keingintahuan publik bisa terpenuhi.
“KRN seharusnya setelah mendapatkan 6 nama-nama itu, sesegara mungkin kembali mengumumkannya kepada Publik, paling tidak mengumumkan wajah-wajah mereka di surat kabar baik cetak maupun online. Jadi nilai transparasinya terlihat dan tidak terkesan menutup-nutupi. Inilah yang saya katakan perilaku koruptif,” kritik Sulaiman Datu.
Kupu-Kupu Malam Hinggap di Bank Aceh
Tapi, Sulaiman Datu melanjutkan, kata dia, ke-6 nama yang sudah diketahui segelintir masyarakat termasuk dirinya dianggapnya sudah terjadi.
“Enam nama-nama itu sudah muncul ke publik dari mulut ke mulut, menurut saya ya sudahlah, itupun sudah terjadi, mestinya KRN umumkan nama-nama ke-6 nama yang lolos seleksi oleh LPPI saat itu dan inilah sesungguhnya perilaku transparan, jadi tidak terkesan KRN sedang bermain dadu,” singgung Sulaiman Datu.
Sulaiman Datu kemudian melanjutkan, saat ini sudah ada riak-riak yang juga muncul dan terdengar ke telinga segelintir masyarakat termasuk dirinya soal tiga nama yang dijagokan oleh beberapa kelompok untuk dijadikan calon kuat Dirut Bank Aceh yaitu Nanang Hendriana dan Muhammadsyah.
“Dan ini makin tidak baik tata kelolanya hemat saya, saya mendengar dan membaca beberapa media bahwa ada nama-nama yang dijadikan calon kuat dari dua nama Nanang dan Muhammadsyah, dan ini lagi-lagi adalah bagian dari perilaku koruptif,” sebut Putra Gayo Lues ini.
Untuk menghindari dampak koruptif yang ia maksud, ia meminta kepada seluruh pemegang saham seperti Pj Gubernur, Bupati dan Walikota di seluruh Aceh untuk segera mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) agar dilakukan voting kepada 2 atau 3 nama yang sudah lolos seleksi oleh LPPI di antaranya adalah Nanang Hendriana, Asep Saripuddin dan Muhammadsyah.


















































































































Komentar Terbaru