“Saya mendorong kepada KRN dan Timsel untuk segera mengadakan RUPS dengan menghadirkan Pj Gubernur, Bupati dan Walikota untuk dilakukannya voting kepada tiga nama itu, selain PJ dan Sekda selaku pemegang saham, Bupati dan Walikota juga harus dilibatkan karena mereka juga adalah pemegang saham,” himbau Wakil Ketua CIC DPW Aceh.
Selain itu, timpal Sulaiman Datu lagi, sosok ke tiga nama itu juga harus diprofiling terlebih dahulu untuk ditampilkan di Rapat Umum pemegang Saham (RUPS) Bank Aceh agar tidak terjadi seperti beli kucing dalam karung.
“Profiling sosok calon Dirut Bank Aceh juga penting, agar para pemegang saham di antaranya Pj Gubernur, Sekda, Bupati-bupati dan Walikota itu kenal siapa Asep Saripuddin, Muhammadsyah dan siapa itu Nanang Hendriana. Dari informasi yang saya peroleh dan saya dengar, nama salah seorang calon dikonotasikan seperti kupu-kupu malam. Setelah saya telusuri calon tersebut ini kerap pindah-pindah bank. Dari awalnya bekerja di BRI kemudian pindah ke BPR lalu pindah lagi ke Bank Syariah Indonesia (BSI) dan kemudian berencana hinggap ke Bank Aceh Syariah (BAS),” tutup Sulaiman Datu.

















































































































Komentar Terbaru