UPDATE

OPINI
OPINI

Lebih Dari Tiga Ribu Anak Palestina Dibantai, Apakah Tidurmu Lelap Wahai Penguasa Khianat?

Arab Saudi sebagai negara sunni paling kuat di jazirah hampir saja jatuh dalam kenistaan  normalisasi hubungan diplomatik dengan Yahudi andai perang antara Hamas dan Israel tak semakin panas. Setelah pembantaian terhadap rakyat Palestina berlangsung sepekan, akhirnya pada 13/10/2023 Saudi mengecam Israel yang mendesak evakuasi warga Palestina di Gaza. Begitu saja.

Sedangkan Erdogan telah berdiri dengan jumawa dalam pidato besarnya mengenai Gaza. Bentuk keperkasaan Erdogan adalah bahwa Turki siap Nyatakan Israel Penjahat Perang. Itu saja, sementara telah tiga pekan Gaza diratakan Yahudi, bahkan 8 ribu lebih warganya dibantai di depan mata Erdogan. Alih-alih mengirimkan pasukannya untuk menghentikan pembantaian saudaranya, yang dilakukan Erdogan hanyalah berpidato. Dan Zionis Israel membaca ini sebagai lampu hijau bagi genosida penduduk Palestina.

Padahal Erdogan memiliki salah satu tentara dengan perlengkapan terbaik namun hanya bersiaga dan menyaksikan anak-anak dibantai. Palestina membutuhkan tentara-tentara itu untuk menghentikan penjajahan, membebaskan mereka, bukan pidato-pidato kosong tanpa makna. Padahal Turki mampu membungkam zionis, karena 40 persen minyak yang dikirim ke entitas zionis melewati Turki. Erdogan sungguh berhutang kepada jutaan masyarakatnya yang berdemonstrasi bersamanya di Istambul.

Lain pula dengan respon Ratu Yordania, Ratu Rania. Dalam sebuah wawancara dengan CNN International, sang ratu mempertanyakan standar ganda  Amerika dan Negara Barat menyikapi serangan Israel ke Palestina. Tak lupa kalimat-kalimat kutukan untuk Israel, namun yang patut disikapi adalah sikap Pemerintah Yordania yang tidak ingin terdampak perang Gaza sehingga Yordania berdiri segaris dengan Mesir untuk menolak pengungsi Palestina (middleeastmonitor.com pada 26/10/2023).

The Arab Organisation for Human Rights in the UK (AOHR UK) mengkritik Yordania karena mengizinkan Amerika menggunakan wilayahnya untuk mengangkut peralatan militer berat dengan 15 pesawat khusus, serta mengizinkan pengangkutan pasukan khusus dengan satu pesawat dan dua drone. Selain itu AS juga menggunakan Siprus untuk mengangkut senjata.

AOHR UK meminta pemerintah Yordania untuk bertindak sejalan dengan  kebijakan dan pernyataaan tegas yang telah disampaikan bahwa mereka menentang perang yang tidak adil oleh Israel dengan dukungan Barat di Palestina. AOHR UK meminta negara-negara Arab yang telah mempermalukan dirinya sendiri melalui normalisasi hubungan dengan Israel agar menarik investasi miliaran dolar mereka, memutus hubungan dengan Israel, mengusir duta besar dan menutup kedutaan mereka. Sayangnya pemimpin-pemimpin Arab itu lebih memilih untuk menutup mata dan telinga mereka.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.