Kombes Aris memastikan bahwa penembakan itu tidak dilakukan saat Robiq berusaha membubarkan tawuran seperti sempat disampaikan sebelumnya. Menurut Aris, penembakan tersebut terjadi karena Robiq kena pepet dalam perjalanan pulang kantor. Dia berulang melepaskan tembakan dari senjata api yang dia bawa hingga mengenai Gamma dan menyebabkan korban meninggal dunia dengan luka tembak.
”Penembakan yang dilakukan terduga pelanggar (Robiq) tidak terkait dengan pembubaran tawuran yang sebelumnya terjadi. Dan memang anggota ini pulang dari kantor kemudian bertemu dengan satu kendaraan yang dikejar oleh tiga kendaraan seperti yang diterangkan oleh pak kapolres,” terang dia Aris saat itu.
Saat berpapasan di jalan yang berada di daerah Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Robiq kena pepet. Tanpa tembakan peringatan, Robiq langsung mengarahkan senjatanya kepada korban. Total empat tembakan yang dilepaskan oleh Robiq malam itu. Selain Gamma yang menjadi korban meninggal dunia, ada pelajar lain yang juga mengalami luka-luka pasca peristiwa penembakan tersebut. Korban luka akhirnya selamat dan kini sudah bisa kembali bersekolah.
Sementara itu, Robiq sudah mendapat sanksi berat usai menjalani sidang etik. Dia kena sanksi pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH. Di luar pelanggaran etik, penembakan yang menyebabkan Gamma meninggal dunia juga terus diusut oleh Polri. Robiq menjadi tersangka dan proses hukum terhadap mantan polisi yang pernah bertugas di Polrestabes Semarang itu dipastikan mendapat asistensi dari Mabes Polri.
3. Polisi bunuh ibu kandung pakai gas melon
Polisi Hantam Ibu Kandung Pakai Tabung Gas, peristiwa memilukan itu terjadi di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada Minggu (1/12). Pelaku bernama Nikson Pangaribuan alias Ucok. Sementara korban adalah ibu kandung pelaku bernama Herlina. Korban meninggal dunia usai dihantam oleh Ucok menggunakan tabung gas ukuran tiga kilogram di rumah korban yang juga dipakai sebagai tempat usaha warung
Menurut keterangan aparat kepolisian, sebelum penganiayaan berujung meninggalnya korban terjadi, korban beraktivitas seperti biasa. Dia tengah melayani pembeli di warungnya saat Ucok tiba-tiba mendorong dari belakang hingga korban tersungkur. Tidak berhenti di situ, setelah membuat ibunya jatuh, Ucok langsung mengambil tabung gas tiga kilogram dan menghantamkan tabung gas tersebut ke kepala ibunya sebanyak tiga.
Peristiwa tersebut disaksikan oleh pembeli yang kala itu sedang bertransaksi dengan korban. Selain berusaha menyelamatkan korban, warga juga sempat kehilangan Ucok yang sempat melarikan diri. Ucok berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian dan langsung diproses hukum serta proses etik. Perbuatan Ucok jelas melanggar aturan meski belakangan disampaikan bahwa yang bersangkutan memiliki masalah kejiwaan.

































































































Beri Komentar