UPDATE

ISLAM
ISLAM

Gaza Dibungkam, Dunia Masih Diam

Dunia sudah menunjukkan tanda-tanda bangkit — boikot, sanksi, divestasi — tetapi tanpa kekuatan kolektif yang kredibel dan terkoordinasi untuk melindungi, penderitaan akan berlanjut.

Sejarah mengajarkan: pembebasan bukan hanya soal kecaman, tapi soal kesiapan bertindak yang benar.

Jika umat ingin berhenti menjadi penonton penderitaan, maka membangun kekuatan pembelaan yang adil, akuntabel, dan efektif — yang menempatkan keselamatan sipil di depan — adalah sebuah keharusan moral.

Tentara Islam yang dinanti seharusnya bukan simbol amarah, melainkan manifestasi tanggung jawab: melindungi yang lemah, menegakkan keadilan, dan mencegah tragedi yang tak berujung.

Ingatlah firman Allah dalam QS An-Nisa ayat 75: “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang berdoa: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya…”

Ayat ini menegaskan kewajiban umat untuk menolong mereka yang tertindas.

Maka, diamnya dunia hari ini mestinya menjadi alarm keras bagi kaum muslimin. Umat Islam punya sejarah panjang membela yang lemah dengan penuh keberanian.

Dari perjuangan Rasulullah ﷺ, kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, hingga perlawanan Salahuddin al-Ayyubi, semuanya menunjukkan bahwa ketika kekuatan umat bersatu, penjajahan akan runtuh.

Kini, giliran generasi hari ini untuk melanjutkan warisan itu: menegakkan solidaritas sejati, membangun kekuatan yang kredibel, dan menghadirkan kepemimpinan yang mampu menjadi perisai bagi umat. Tanpa itu, Gaza akan terus dibungkam, dan dunia akan terus dihantui oleh tragedi kemanusiaan tanpa akhir.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.