UPDATE

NASIONAL

4 BAIS TNI Didakwa Siram Air Keras Andrie Yunus: Ini Motif dan Konstruksi Kasus

“Terdakwa-1 berkata ingin memukul Saudara Andrie Yunus sebagai pelajaran dan sebagai efek jera, akan tetapi Terdakwa-2 berkata ‘Jangan dipukuli tapi disiram saja dengan cairan pembersih karat’,” kata oditur.

Usulan itu disetujui oleh para terdakwa dan dikatakan akan dilakukan bersama-sama.

“Terdakwa-1 berkata ‘Saya saja yang menyiram’, mendengar ide Terdakwa-2 tersebut Terdakwa-3 setuju dan berkata ‘Kalau begitu kita kerjakan bersama-sama’,” kata oditur.

Motif utama aksi tersebut disebut oleh oditur untuk memberikan efek jera kepada Andrie Yunus usai peristiwa di Hotel Fairmont pada 16 Maret 2025.

“Bahwa latar belakang para Terdakwa melakukan penyiraman cairan kimia kepada Saudara Andrie Yunus adalah untuk memberikan pelajaran efek jera kepada Saudara Andrie Yunus supaya tidak menjelek-jelekkan TNI,” ujar oditur.

Rencana Disusun, Cairan Kimia Diracik

Para terdakwa kemudian menyusun rencana dan membagi peran. Salah satunya dengan mencari tahu aktivitas korban terlebih dahulu. Diketahui kemudian bahwa Andrie Yunus rutin menghadiri acara Kamisan di kawasan Monas.

“Mendengar informasi tersebut Terdakwa-3 berkata, ‘Ya sudah kalau begitu besok kita ke lokasi dan memberi pelajaran kepada Saudara Andrie Yunus’,” papar oditur.

Kapten Nandala Dwi Prasetyo kemudian membagi peran, yakni Sersan Dua Edi Sudarko dan Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi mencari Andrie Yunus ke kantor KontraS. Sedangkan Kapten Nandala Dwi Prasetyo dan Letnan Satu Sami Lakka mencari ke kantor YLBHI.

Rencana kemudian mulai dilaksanakan pada 12 Maret 2026 pukul 16.39 WIB. Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi mengambil air dari aki bekas di bengkel mobil Denma BAIS TNI.

“Terdakwa-2 mengambil aki bekas yang berada di pojokan depan toilet atau kamar mandi. Lalu menuangkan air aki dan cairan pembersih karat yang berada di dalam lemari besi yang tidak dikunci,” papar oditur.

“Kemudian Terdakwa mencampur kedua cairan tersebut ke dalam gelas tumbler warna ungu dengan tutup warna hitam yang Terdakwa-2 bawa dari kamar, selanjutnya Terdakwa-2 membungkus tumbler tersebut ke plastik kresek warna hitam dan menggantungnya di sepeda motor bagian depan,” sambungnya.

2 Motor Meluncur

Dua motor pun meluncur. Motor pertama ditumpangi Sersan Dua Edi Sudarko dan Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, motor kedua ditumpangi Kapten Nandala Dwi Prasetyo dan Letnan Satu Sami Lakka.

Lantaran tidak menemukan Andrie Yunus di Monas, kedua motor melanjutkan pencarian ke tempat lain. Motor kedua mengarah ke YLBHI, sementara motor pertama memantau di kantor KontraS.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4 5

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.