Kapten Nandala Dwi Prasetyo dan Letnan Satu Sami Lakka sempat berbuka puasa di warung kopi daerah Cikini, Jakarta Pusat, kemudian menunggu di depan kantor YLBHI.
Sersan Dua Edi Sudarko dan Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi kemudian datang ke tempat pemantauan tersebut sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka sempat mengajak pulang Kapten Nandala Dwi Prasetyo dan Letnan Satu Sami Lakka.
Namun pada saat itu, mereka melihat Andrie Yunus keluar dari kantor YLBHI.
“Itu si Andrie Yunus orangnya keluar pake motor kuning,” kata Oditur menirukan ucapan Kapten Nandala Dwi Prasetyo ketika itu.
Mereka kemudian membuntuti Andrie Yunus. Aksi penyiraman kemudian dilakukan di Jalan Talang Jakarta Pusat.
Sersan Dua Edi Sudarko menjadi orang yang menyiramkan air keras terhadap Andrie Yunus. Sebelumnya, motor yang ditumpanginya sempat menyusul Andrie Yunus lalu berputar arah. Sehingga penyiraman dilakukan dari depan.
“Pada saat berpapasan Terdakwa-1 langsung menyiramkan cairan kimia tersebut ke bagian tubuh Saudara Andrie Yunus, yang juga mengenai Terdakwa-1. Terdakwa-1 langsung menjatuhkan botol tumbler dan langsung meninggalkan lokasi kejadian lurus ke arah RSCM sedangkan Terdakwa-3 dan Terdakwa-4 lurus ke arah jalan Pramuka menuju Mess BAIS TNI,” papar oditur.
Akibat penyiraman tersebut, korban mengalami luka berat.
“Saudara Andrie Yunus merasa kepanasan akibat reaksi dari cairan kimia yang disiram kepadanya hingga Saudara Andrie Yunus langsung menjatuhkan sepeda motornya dan berteriak meminta tolong sambil meletakkan tas dan membuka jaket dan baju yang digunakannya saat itu, karena berteriak dan kondisi Saudara Andrie Yunus sudah merah seperti darah sehingga masyarakat di sekitar membantu dengan memberikan air Aqua, selanjutnya saat itu Saudara Andrie Yunus mencuci wajahnya,” kata oditur.
“Setelah itu Saudara Andrie Yunus pulang tanpa menggunakan baju ke mes KontraS menggunakan sepeda motor, sesampainya di mes KontraS Saudara Andrie Yunus meronta kesakitan hingga kedengaran oleh warga sekitar termasuk Saudara Nurhadi (Saksi-4), setelah warga melihat kondisi Saudara Andrie Yunus warga sekitar membawa Saudara Andrie Yunus ke RSCM menggunakan sepeda motor,” sambungnya.
Berdasarkan visum RS Cipto Mangunkusumo, korban mengalami luka bakar hingga 24 persen dan kehilangan penglihatan mata kanan.
“Ditemukan trauma kimia asam sederajat tiga pada mata kanan, mengakibatkan korban kehilangan fungsi penglihatan mata kanan dan luka bakar berat,” ujar oditur.
Terungkap dari Kecurigaan BAIS TNI
Dalam insiden penyiraman, Sersan Dua Edi Sudarko dan Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi juga sempat terkena cairan kimia juga. Saat kabur, keduanya sempat berhenti di pinggir jalan untuk membeli air mineral lalu membasuh bagian tubuh yang terkena cairan itu. Setelahnya, mereka kembali ke Mes Denma BAIS TNI di Kalibata, Jakarta Selatan.


















































































































Komentar Terbaru