BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menyerahkan 1.000 paket bantuan sosial (bansos) berupa sembako kepada masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Bireuen, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Kapolda Aceh sekaligus wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.
Kedatangan Kapolda Aceh di Pendopo Bupati Bireuen disambut langsung oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Sebagai bentuk penghormatan, Bupati Bireuen memasangkan Kupiah Meukeutop kepada Kapolda Aceh.
Penyambutan kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat Peusijuek di Ruang Adat Pendopo Bupati yang dipimpin Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireuen, Tgk. Saifuddin Muhammad, selaku Imum Syik Masjid Agung Sultan Jeumpa.
Usai prosesi penyambutan, Kapolda Aceh bersama rombongan menuju Balai Pertemuan Kantor Camat Peusangan di Desa Keude Matang Glumpang Dua untuk menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat terdampak bencana.
Dalam sambutannya, Kapolda Aceh menyampaikan rasa simpati dan duka mendalam kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, musibah yang terjadi beberapa waktu lalu telah menjadi ujian berat bagi warga, mulai dari kehilangan harta benda hingga terganggunya aktivitas sehari-hari.
“Saya yakin dengan kesabaran, kebersamaan, dan semangat yang menjadi jati diri masyarakat Aceh, kita mampu bangkit dan melewati masa-masa sulit ini,” ujar Ruddi.
Kapolda juga menyampaikan permohonan maaf apabila kunjungannya mengganggu aktivitas masyarakat.
Ia sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.
Pada kesempatan itu, Kapolda Aceh menyerahkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat terdampak bencana.
Menurutnya, bantuan tersebut mungkin belum dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami warga, tetapi diharapkan mampu meringankan beban sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra masyarakat dalam setiap situasi, termasuk saat masyarakat menghadapi musibah,” tegasnya.
Kapolda turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bireuen, TNI, instansi terkait, relawan, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bersinergi dalam proses evakuasi, penanganan, hingga pemulihan pascabencana.


















































































































Komentar Terbaru