UPDATE

NASIONAL

Selamat Ginting Ungkap 11 Jenderal yang Diduga Terlibat, Ahrie Sonta Sempat Melawan

“Ini kan artinya sudah penyalahgunaan dan melakukan penyadapan-penyadapan kepada beberapa petinggi negara, juga kepada ketua-ketua atau elit-elit partai politik,” ujarnya.

Dugaan penyadapan itu disebut tidak hanya menyasar kalangan politik, tetapi juga Presiden Prabowo Subianto, sejumlah menteri, hingga mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jika dugaan tersebut terbukti, persoalan ini bukan sekadar pelanggaran prosedur penyadapan. Penggunaan perangkat negara untuk kepentingan di luar kewenangan berpotensi menjadi persoalan serius dalam penegakan hukum dan pengawasan institusi.

11 Jenderal Dalam Dugaan Skandal

Ginting menyebut terdapat 11 nama perwira yang diduga berkaitan dengan perkara penyadapan tersebut. Daftar itu mencakup sejumlah jenderal dari berbagai tingkat kepangkatan.

Nama-nama yang disebut Ginting yakni:

1. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo

2. Komjen Pol Asep Dedi Suhari

3. Komjen Pol Suhardianto

4. Komjen Pol Yuda Gustawan

5. Irjen Pol Eko Hadi Santoso

6. Irjen Pol Dedi Murti

7. Irjen Pol M. Tejo Kusumo

8. Irjen Pol Nunung Saifuddin

9. Irjen Pol Ribut Hari Wibowo

10. Irjen Pol Abdul Karim

11. Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution

“Jadi ada 11 nama yang diduga terlibat di dalam kasus ini sehingga ini akan terus dikembangkan,” ujarnya.

Penyebutan nama-nama tersebut masih merupakan keterangan Ginting. Status hukum masing-masing pihak perlu merujuk pada pernyataan resmi aparat penegak hukum.

Ginting menilai polemik ini berkaitan dengan dugaan upaya Listyo Sigit mempertahankan pengaruhnya di tubuh Polri meski telah meninggalkan jabatan Kapolri.

“Listyo Sigit Prabowo ini setelah tidak menjadi Kapolri masih merasa dirinya sebagai Kapolri sehingga dia masih ingin mengendalikan semuanya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penggunaan perangkat penyadapan yang dinilai harus berada dalam pengawasan ketat dan tidak boleh digunakan secara sembarangan.

“Tidak boleh begitu. Alat khusus yang sangat mahal, triliunan, alat SADAP ini kan sebenarnya pada beberapa tahun lalu sudah dipersoalkan oleh beberapa LSM. Polisi harus terbuka. Penyadapan itu tidak bisa sembarangan.”

Ginting turut mengaitkan rotasi besar-besaran di tubuh Polri yang dilakukan Kapolri baru, Jenderal Suyudi Ario Seto, dengan upaya menghapus pengaruh Listyo Sigit. Ia menyebut proses tersebut sebagai desigitisasi.

“Ini saatnya Polri harus membersihkan citranya. Kita ingin polisi itu kuat, profesional, tidak kemudian terkait dengan istilah-istilah parcok,” ujarnya.

Dinasti Politik Jokowi

Dalam diskusi tersebut, Ginting juga melontarkan kritik terhadap mantan Presiden Joko Widodo dan dinasti politik yang dikaitkan dengannya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.