UPDATE

ACEH
ACEH

Peneliti USK dan Unsam: Sedimen Tsunami Berpengaruh pada Tumbuhan Kebun

BANDA ACEH – Dua peneliti Universitas Syiah Kuala (USK) dan satu peneliti Universitas Samudera (Unsam) menganalisa parameter fisika pada tanah/batuan di bawah permukaan dengan metode geolistrik resistivitas. Mereka menemukan sedimen tsunami berpengaruh pada tumbuhan kebun warga.

Penelitian tersebut disponsori oleh eRispro LPDP dengan tema riset keilmuan. Peneliti ini diketuai Profesor Muhammad Syukri, pakar geofisika lingkungan dari USK bersama Zul Fadhli, M.Sc dari Teknik Geofisika USK dan Sabrian Tri Anda dari prodi Fisika Unsam.

Penelitian tersebut dilakukan di sekitar pesisir Aceh Besar, kawasan Kecamatan Baitussalam. Untuk pembanding dan validasi data, lokasi penelitian juga dilakukan di kawasan tidak terdampak tsunami yaitu di daerah Kuta Baro, Blang Bintang.

Profesor Muhammad Syukri mengatakan, peristiwa tsunami delapan belas tahun lalu, masih menyisakan banyak fenomen alam yang belum terungkap dalam ranah keilmuan. Salah satunya adalah pengaruh dari sedimen pada wilayah terdampak tsunami, terhadap tumbuhan-tumbuhan kebun.

“Banyak kebun mayarakat yang sebelumnya tumbuh normal di wilayah pesisir Aceh Besar dan Banda Aceh, tetapi menjadi terganggu bahkan tidak lagi tumbuh setelah peristiwa tsunami 2004,” kata Profesor Muhammad Syukri, Senin (8/8/2022).

Hal itu, menimbulkan rasa penasaran tim peneliti. Untuk menjawabnya, tim USK dan Unsam mencoba mencari akar masalah dan melakukan riset bersama. Ia mengungkapkan, hasil kajian menunjukkan bahwa wilayah yang terdampak tsunami, mempunyai nilai konduktivitas tanah yang relatif tinggi sekitar 2-10 Sm-1, serta kadar keasaman atau kebasaan (pH, potential hydrogen) tanah yang rendah.

Ini disebabkan terbawa dan terpengaruh oleh sedimen tsunami dari laut dengan nilai salinitas yang tinggi dan mempengruhi konsentrasi larutan dalam pori-pori batuan. Semakin tinggi konsentrasi larutan yang bersifat elektrolit akan menghasilkan konduktivitas yang tinggi pula, yang mempengaruhi daya serap air pada tumbuhan. Sebaliknya di wilayah tidak terdampak nilai konduktivitasnya berkisar antara 0.002–0.08 Sm-1.

“Pada daerah terdampak ini mengalami gangguan pada beberapa jenis tumbuhan pada kebun masyarakat. Ini disebabkan tumbuhan yang ditanam di daerah terdampak tsunami tumbuh dengan tidak efisien, dikarenakan air tidak mampu diserap secara sempurna oleh tumbuhan,” bebernya.

Di sisi lain, Zul Fadhli menerangkan, pergerakan air cenderung ditarik kembali ke tanah akibat efek dari salinitas konsentrai larutan yang tinggi, akibatnya penyerapan air atau masuknya air ke suatu zat melalui pori-pori tanah pada benih atau imbibisi (osmosis penyerapan air) menjadi terhambat, dan menggangu proses perkecambahan. Akibat dari tekanan osmosis medium tanah tinggi menyebabkan benih sulit berkecambah juga disebabkan konduktivitas listrik yang tinggi.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.