Boy Thohir mengatakan hal itu dalam pertemuan ETAS (Erick Thohir Alumni Amerika Serikat) di Jakarta untuk mendukung Prabowo. Pernyataan lengkap Boy Thohir, abangnya Erick Thohir sebagai berikut: “Walaupun kami jumlahnya sedikit, tetapi ya di ruangan ini mungkin sepertiga perekonomian Indonesia ada di sini. Jadi kalau mereka-mereka mulai dari Djarum Group, Sampoerna Group, Adaro Group, siapa lagi, pokoknya grup-grup semua ada di sini, dan semuanya Pak”.
Dengan klaim Boy ini, Muhaimin menyatakan bahwa konglomerasi yang subur sejak akhir era rezim Suharto, adalah simbol ketidakadilan ekonomi. Simbol konglomerasi ekonomi di tangan segelintir orang merupakan simbol VOC di Indonesia. Sebuah kejahatan atas keadilan.
Untuk itu, Muhaimin menyatakan perang terhadap ketidak adilan ekonomi yang ada.
Muhaimin meyakini bahwa Indonesia ini didirikan kakek-buyutnya, bukan untuk memperkaya segelintir orang. Indonesia harus memperkaya semua orang-orang Indonesia secara adil dan beradab.
Penutup
Muhaimin, meskipun terlihat kecil badannya, namun semangatnya memikul beban besar dan terbesar bangsa kita perlu kita teladani. Melawan segelintir orang-orang yang mirip VOC adalah beban berat. VOC dalam sejarahnya mempunyai uang, senjata, ahli-ahli antropologi/sosiologi dan lain sebagainya untuk menundukkan elite-elite Jawa, Sumatera, Banda dan lain-lain.
Konglomerat di Indonesia juga mempunyai kekuatan dahsyat untuk menghancurkan Muhaimin. Dalam pandangan Profesor Jeffrey Winters, ahli teori oligarki, mereka memiliki apa yang disebut defence industry yang dibiayai untuk melindungi kekuasaannya. Mereka arogan dan ingin terus-menerus mempertahankan kontrolnya atas negara.
Namun, semangat yang telah digelorakan Muhaimin untuk melakukan langkah perubahan, yakni memperkaya petani, meningkatkan kesejahteraan buruh miskin, nelayan, kaum santri dan lainnya, harus kita perkuat sebagai rencana terbesar abad ini.
Indonesia harus berhasil dikendalikan oleh Rakyat Indonesia, bukan segelintir orang-orang kaya. Mari kita berjihad untuk melawan intoleransi ekonomi.
Muhaimin Uber Alles.
**). Penulis adalah Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle


















































































































Komentar Terbaru