Gampong Lambaro Seubun memiliki daerah topografi dengan hulu dan hidrologi karst yang berbeda, Gampong Lambaro Seubun di Utara sedangkan Pucok Krueng dan PT Solusi Bangun Andalas berada di Selatan. |FOTO: Google EarthDinas ESDM Aceh telah mengundang PT Solusi Bangun Andalas (SBA) untuk memberikan penjelasan terkait kajian hidrologi karst, dan diketahui bahwa perusahaan tersebut mengutamakan penggunaan air hujan yang dikumpulkan dalam embung.
Sebagai solusi jangka pendek, Mahdinur menyarankan agar pemerintah atau PDAM memberikan bantuan air melalui tangki secara reguler kepada masyarakat. Ia juga mengapresiasi respons cepat dari pemerintah daerah dan PT SBA dalam menyediakan air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
“Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah atau instansi terkait dapat mengupayakan pembuatan embung penangkap air hujan atau pengambilan air dari sumber-sumber air yang mengalir sepanjang tahun dengan debit yang cukup besar seperti di gua Ilup (11 l/detik) dan Gue Uleu (614 l/detik) serta sungai Sarah di Kecamatan Leupung,” tuturnya.
Untuk Sungai Sarah, kata Mahdinur, berdasarkan informasi dari PDAM Tirta Montala, pernah merencanakan membangun SPAM dengan sistem penyediaan air dari Sungai Sarah dengan kapasitas 400 l/detik yang telah dianggarkan oleh Pemerintah Pusat, hanya saja karena Covid-19 kegiatan tersebut tidak terlaksana.
“Semoga pemerintah kabupaten/kota dan PDAM dapat mendorong agar kegiatan tersebut dapat direncanakan kembali mengingat masyarakat sudah kesulitan hampir setiap tahun apalagi pada saat kemarau berkepanjangan seperti sekarang ini,” pungkasnya.
Sementara itu, General Manager SBA, Mochamad Anwar Bakti, menyatakan studi hidrologi dan hidrogeologi yang dilakukan bersama Tim UGM menyimpulkan bahwa adanya perbedaan sistem aliran air bawah tanah dari Daerah Tangkapan Air (DTA) Tambang SBA dengan DTA Lembah Luntho serta Gua Uleu yang terbukti terkoneksi dengan Sungai Bawah Tanah Pucok Krueng dan diyakini merupakan sumber mata air bagi masyarakat di sekitar kawasan Lhoknga.
“Saat ini sumber air baku untuk Pabrik hanya menggunakan air limpasan hujan yang tertampung pada kolam settling pond di area quarry batu gamping namun kondisinya saat ini telah surut drastis dan hampir kering karena dampak kemarau berkepanjangan,” ujarnya.
PT SBA terus melakukan berbagai inisiatif dalam upaya efisiensi penggunaan air di pabriknya, salah satunya adalah dengan membuat Waste Water Treatment Plant (WWTP) agar air sisa proses pendinginan tidak terbuang ke badan air namun dapat digunakan kembali (closed loop circuit).
















































































































Komentar Terbaru