Dalam hal administrasi keberangkatan, Dirjen PHU juga menyampaikan bahwa proses pem-visaan terus berjalan intensif.
“Sampai hari ini, lebih dari 100 ribu jemaah telah selesai divisakan. Ini adalah progres yang sangat menggembirakan,” tambahnya.
Pelaksanaan manasik nasional ini merupakan bentuk modernisasi penyelenggaraan ibadah haji, dengan memanfaatkan teknologi dan kolaborasi antar daerah. Selain menjadi pelopor dalam hal skala pelaksanaan, kegiatan ini juga memberi inspirasi kepada negara-negara lain dalam hal manajemen haji berbasis teknologi dan inklusifitas.
Kemenag berharap, model manasik nasional seperti ini akan terus dilanjutkan dan dikembangkan, tidak hanya untuk tahun ini, tetapi menjadi standar baru dalam penyelenggaraan haji ke depan. Dengan pemahaman yang seragam dan kesiapan mental serta fisik yang kuat, jemaah haji Indonesia diharapkan mampu menjalani ibadah haji dengan khusyuk dan menjadi teladan di Tanah Suci.
Atas keberhasilan menyelenggarakan manasik haji nasional terbesar dan pertama dalam sejarah Indonesia, MURI menganugerahkan piagam penghargaan kepada Kementerian Agama sebagai penyelenggara manasik haji daring dengan peserta terbanyak.
Langkah ini juga menjadi bagian dari peneguhan visi besar Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia yang lebih religius, disiplin, dan berdaya saing. Dalam beberapa pidato, Prabowo menegaskan pentingnya pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan umat, termasuk dalam urusan ibadah haji yang menyangkut ibadah puncak umat Islam.
Pelaksanaan manasik haji nasional ini menjadi bukti bahwa dengan visi yang kuat dan sinergi seluruh elemen bangsa, Indonesia mampu menjadi pelopor inovasi dalam layanan keagamaan. Manasik ini bukan sekadar persiapan ibadah, melainkan juga refleksi spiritual, momentum kebangsaan, dan bukti kemajuan bangsa dalam mengelola keberagaman dan kebutuhan umat secara profesional.
“Manasik nasional bukan hanya menjawab kebutuhan teknis jemaah, tetapi menjadi simbol kesiapan Indonesia dalam membawa transformasi layanan ibadah haji menuju era baru,” tutup Hilman Latief.












































































































Komentar Terbaru