Selangkah lagi penggunaan SOB dapat dilakukan oleh tangan Presiden. Apakah ia berani menggunakan SOB untuk mengadili para pengkhianat bangsa?”dari mafia migas seperti Riza Chalid, menteri-menteri korup, hingga aparat ambigu?”tanpa merusak HAM atau ia justru menyerah pada oligarki dengan membiarkan Gibran naik menjadi Presiden muda?
Namun sejarah mengajarkan: SOB (keadaan darurat) adalah pisau bermata dua. Ia bisa menjerumuskan bangsa dalam otoritarianisme baru, atau menjadi pintu pembebasan. Indonesia kini di meja perjudian masa depan dan Bandar tak pernah rugi.
Komentar Terbaru