UPDATE

NASIONAL

Isi Garasi Friderica Widyasari Dewi yang Jabat Ketua Rangkap Wakil Ketua OJK, Ternyata…

Kekayaan Friderica Widyasari Dewi

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 82.890.338.891

1. Tanah dan Bangunan Seluas 930 m2/346 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 22.000.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 132 m2/232 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 6.500.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 653 m2/489 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 19.000.000.000

4. Bangunan Seluas 230 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 9.800.000.000

5. Tanah dan Bangunan Seluas 605 m2/200 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 11.000.000.000

6. Tanah dan Bangunan Seluas 3.500 m2/100 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 2.250.000.000

7. Tanah dan Bangunan Seluas 490 m2/250 m2 di KAB / KOTA KOTA YOGYAKARTA , Rp. 6.000.000.000

8. Tanah dan Bangunan Seluas 225 m2/100 m2 di KAB / KOTA BADUNG, HASIL SENDIRI Rp. 5.000.000.000

9. Bangunan Seluas 42 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp. 595.322.347

10. Bangunan Seluas 54 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp. 745.016.544

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 700.000.000

1. MOBIL, MERCEDES BENZ SEDAN Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 700.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 2.355.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 1.197.522.288

F. HARTA LAINNYA Rp. —-

Sub Total Rp. 87.142.861.179

III. HUTANG Rp. 1.800.000.000

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 85.342.861.179.

Sosok Friderica Widyasari Dewi

Dilansir SURYA.CO.ID dari KompasTV, Friderica Widyasari Dewi lahir di Cepu, Jawa Tengah, 28 November 1975.

Ia merupakan peraih gelar sarjana di bidang ekonomi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 2001.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di California State University, USA dan mendapatkan gelar Master of Business Administration pada 2004.

Tak sampai di situ, pada 2019 Friderica meraih gelar Doktor di bidang studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan di UGM.

Friderica bukanlah orang baru di pasar keuangan Tanah Air. Ia tercatat telah berkarir di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005, hingga menjadi Direktur Pengembangan BEI periode 2009-2015.

Dilansir dari laman resmi OJK, Friderica melanjutkan kariernya di self-regulatory organizations (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan pada 2015-2016.

Ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT KSEI pada 2016-2019, sebelum akhirnya menjadi Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas pada 2020-2022. 

Friderica juga memiliki sertifikat Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang dikeluarkan oleh OJK pada 2019.  

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.