UPDATE

NASIONAL

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Situasi ini tidak menguntungkan Bogi yang sejak awal dirundung isu kecurangan perhitungan Pemilu 2024 berkelanjutan. Krisis kepercayaan, ekonomi dan politik telah melahirkan situasi serba tidak pasti. Ini saya sebut di I-News dalam Rakyat Bicara sebagai situasi gelap. Yakni pertumbuhan ekonomi tersendat diikuti dengan berbagai indikator yang menunjukkan kelemahan internal dan eksternal.

Presiden RI Prabowo membantah. Indonesia tidak gelap, katanya tegas. Bantahan ini tidak banyak gunanya karena nilai tukar (financial) terus melemah, harga BBM (fuel) terus meroket, sikap saling percaya dan menghormati (fashion) memburuk, dan media sosial kisruh serta langit Indonesia diijinkan untuk pesawat AS melintas (frequency). Ini berarti tinggal masalah pangan (food).

Dalam konteks pangan, saya membaca bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) meningkat. Memang, musim Ramadhan dan Idul Fitri 2026 harga beras relatif stabil. Ini karena pemerintah menjamin pasokan yang cukup. Saat itu cadangan beras mencukupi untuk 5-6 bulan ke depan.

Pada 23 April 2026 Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengundang wartawan pelbagai media dan sejumlah pengamat dan analis meninjau CBP. Amran yang sudah melaporkan 192 pejabat dan 76 diantaranya menjadi tersangka ingin membuktikan, capaian kerjanya melampui prestasi yang belum pernah diraih sebelumnya. Dalam konferensi pers di gudang sewaan Bulog di Karawang itu, Amran Sulaiman menyampaikan CBP mencapai 5 juta ton, produksi beras 2025 34,69 juta ton, PDB Pertanian 5,78 persen dan NTP 125,35. Datanya bersumber dari BPS, Bapanas, FAO, dan USDA. Amran tidak menyampaikan alih fungsi lahan dan angka resmi banyaknya petani gurem.

Saya memasalahkan, apakah CBP itu berasal dari seluruh sentra produksi beras di Indonesia? Apakah PDB Pertanian 5,78 persen menggambarkan kondisi mikro petani, seperti daya beli pada petani subsektor? Karena NTP 125,35 adalah angka agregat, maka bagaimana NTP per subsektor dan per daerah? Lalu CNN bertanya pada saya tentang kenaikan HET. 

Jawaban saya, kenaikan HET merupakan dilemma karena akan mendorong inflasi. Kebijakan ini lebih merupakan penyelamatan penggilingan modern. Rezim moneter bebas sejak reformasi ini bertujuan utama menstabilkan nilai tukar karena itu lebih memilih mengendalikan inflasi. Pilihan kebijakan ini berakibat HET dipertahankan. Penggilingan dikorbankan.

Sementara untuk pertanyaan CBP, Amran Sulaiman menjawab, silakan semua pihak memeriksa Gudang Bulog yang kapasitasnya sekitar 3 juta ton. Sisanya sekitar 2 juta ton, Bulog menyewa gudang swasta. Pada konteks ini Amran benar, tapi tidak menyampaikan berapa produktivitas petani tadah hujan, siapa yang sesungguhnya menikmati pertumbuhan 5,78 persen itu. Benar NTP 125,35 tapi daya beli petani tanaman pangan rendah karena NTP 99,86. Angka ini terkonfirmasi oleh FAO. 

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.