UPDATE

Sponsored
EKONOMISYARIAH

Bank Aceh Syariah Cetak Laba Rp373,62 Miliar per September 2026, Didorong Efisiensi dan Penguatan Dana Murah

BANDA ACEH – Kinerja keuangan Bank Aceh terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026.

Hingga periode September 2026, bank plat merah kebanggaan masyarakat Aceh ini berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp373,62 miliar.

Angka ini tercatat naik 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp368,53 miliar.

Berdasarkan laporan publikasi resmi Bank Aceh Syariah, pertumbuhan laba tersebut utamanya didorong oleh penerapan efisiensi operasional yang disiplin serta penguatan signifikan pada penghimpunan dana murah (Current Account Savings Account/CASA).

Hingga kuartal III 2026, dana murah bank ini tumbuh pesat sebesar 33,95 persen menjadi Rp21,96 triliun.

Efisiensi operasional tercermin jelas dari penurunan beban operasional lainnya sebesar 3,48 persen menjadi Rp1,04 triliun dari sebelumnya Rp1,08 triliun.

Selain itu, beban bagi hasil untuk pemilik dana investasi juga tercatat turun tajam sebesar 40,92 persen menjadi Rp218,44 miliar.

Penurunan beban ini secara langsung berkontribusi dalam menjaga margin keuntungan, sehingga pendapatan bank setelah distribusi bagi hasil tetap solid di angka Rp1,42 triliun.

Dari sisi fungsi intermediasi, Bank Aceh Syariah mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 6,82 persen menjadi Rp21,99 triliun.

Sejalan dengan ekspansi bisnis tersebut, total aset bank juga tumbuh 4,27 persen menjadi Rp32,35 triliun.

Kualitas aset tetap terjaga dengan sangat baik. Rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) gross berhasil dipertahankan di level 2,67 persen, sementara NPF net berada di angka 1,26 persen.

Kedua rasio ini masih jauh di bawah batas aman 5 persen yang ditetapkan oleh regulator, yang mengindikasikan bahwa kualitas pembiayaan bank tetap terkendali.

Kesehatan perbankan juga ditopang oleh fondasi permodalan yang kuat. Modal inti Bank Aceh Syariah tumbuh 20,14 persen menjadi Rp3,96 triliun.

Penguatan ini mendorong rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) meningkat menjadi 20,88 persen dari sebelumnya 20,26 persen.

Dari aspek rentabilitas, kemampuan bank dalam menghasilkan laba menunjukkan kinerja yang stabil dan produktif.

Return on Assets (ROA) tercatat di level 1,66 persen, sementara Return on Equity (ROE) mengalami peningkatan menjadi 11,69 persen dari 11,66 persen pada periode sebelumnya.

Dengan fondasi kinerja keuangan yang solid selama sembilan bulan pertama tahun 2026 ini, Bank Aceh Syariah memiliki modal strategis untuk terus memperluas penyaluran pembiayaan.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat peran bank dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Aceh secara berkelanjutan.

Download/Install Aplikasi Action:

Action Mobile
Action Mobile
Price: Free
Action Mobile
Action Mobile
Developer: PT. Bank Aceh
Price: Free
  • Action Mobile Screenshot
  • Action Mobile Screenshot
  • Action Mobile Screenshot
  • Action Mobile Screenshot
  • Action Mobile Screenshot
  • Action Mobile Screenshot
Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.