BANDA ACEH – Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, kembali mengadu ke layanan Lapor Mas Wapres pada Kamis (14/11/2024).
Pengaduan ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan Reza.
Sebelumnya, ia bertanya mengenai siapa di balik pemilik akun Fufufafa dan di mana keberadaan mobil Esemka.
Namun, Reza mendapatkan respons yang kurang memuaskan dari pihak layanan tersebut.
Pertanyaan pertama dibalas dengan pesan otomatis, sementara yang kedua hanya centang satu.
Alih-alih kapok, Reza Indragiri justru kembali menggunakan layanan Lapor Mas Wapres.
Laporannya kali ketiga ini berisi saran kepada Wapres terkait isu-isu anak.
“Mas Wapres,”
“Sesuai jiwa muda anda, sangat baik kalau Wapres menjadikan isu-isu anak sebagai salah satu fokus utama kerja anda.”
“Komunikasikanlah dengan, misalnya, Kak Seto Mulyadi (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia) dan Bunda Lisda Sundari (Yayasan Lentera Anak). Anda bisa mendapat banyak pengetahuan tentang isu-isu penting terkait perlindungan anak.”
Di akhir laporan, ia menyarankan agar kedua sosok yang disebutkan tadi diangkat menjadi penasihat senior.
“Lebih baik lagi jika anda menjadikan dua nama tadi sebagai senior advisor,” tulis Reza Indragiri seperti dikutip dari Youtube Diskursus Net yang tayang pada Jumat (15/11/2024).
Setali tiga uang
Namun, laporan kali ini nasibnya sama dengan dua laporan yang dikirimkan Reza sebelumnya.
Reza tak mendapatkan jawaban sama sekali. Bahkan, hanya centang satu.
Padahal, Reza mengirimkan chat itu pada pukul 09.22 WIB.
“Sampai malam ini tetap centang satu,” katanya.
Ia pun menyayangkan jika benar nomor whatsappnya diblokir karena pertanyaan-pertanyaan itu.
Pasalnya, kata Reza, Presiden Prabowo Subianto ketika dilantik sebagai presiden dalam pidatonya akan merangkul rakyatnya tak pandang bulu.
“Ya kalau nomor saya diblokir andai memang diblokir salah saya apa coba? satu itu, kalaupun dianggap WA saya tidak bermutu atau berbobot bagaimanapun kan saya warga negara kenapa juga saya harus dijauhi,” pungkasnya.
Lapor Mas Wapres program pemerintah
Ratusan warga dari berbagai wilayah di Indonesia telah menyampaikan aduan kepada pemerintah melalui program “Lapor Mas Wapres” yang dilaksanakan secara langsung di Istana Wakil Presiden.
Program yang digagas oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini mulai menerima laporan masyarakat sejak Senin (11/11/2024).
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Prita Laura, mengungkapkan bahwa hingga hari keempat pelaksanaan program tersebut, sebanyak 296 aduan telah diterima.


















































































































Komentar Terbaru