UPDATE

ISLAM
ISLAM

Pemimpin Geng Paling Kejam Ini Jadi Lembut setelah Mendengar Adzan dan Masuk Islam

Tapi di malam hari, kesunyian berbicara. Ada sesuatu yang salah. Jiwa saya berontak, dan jauh di dalam hati, saya tahu saya berada di jalan yang keliru.

Hingga suatu hari, dalam sebuah perampokan terhadap seorang pengedar narkoba, saya ditangkap polisi. Sejak itu hidup saya berubah drastis.

Ketika akhirnya saya ditangkap, saya tidak melawan. Polisi menangkap saya hanya beberapa jam sebelum saya berencana mengakhiri hidup saya.

Penjara mengubah segalanya. Semua hal yang dulu saya gunakan untuk melarikan diri—narkoba, alkohol, pesta, dan kekerasan—berhenti seketika.

Saya tidak bisa lagi menghindari kenyataan. Saya terjebak dalam pikiran saya sendiri, dipaksa untuk merenung. Dan di sanalah, dalam keterasingan itu, saya mulai melihat segalanya dengan lebih jernih.

Dari Kegelapan Menuju Cahaya

Saya mulai mencari jawaban. “Pasti ada sesuatu yang lebih besar dari semua ini.”

Saya menyadari bahwa penciptaan tidak bisa terjadi begitu saja tanpa tujuan. Lalu saya mendengar adzan. Suaranya begitu indah, menggema di dalam hati saya.

Saya menangis saat mendengar adzan berkumandang. Itu bukan sekadar panggilan untuk berdoa, tetapi juga panggilan yang membangunkan saya.

Seolah-olah Tuhan sedang mencari saya, mengajak saya untuk kembali kepada-Nya. Seolah-olah itu adalah jawaban yang selama ini saya cari.

Saat itu, saya menunggu seorang saudara di asrama untuk kembali. Ketika dia tiba, saya langsung bertanya, karena awalnya saya mengira adzan adalah sebuah lagu. Karena suaranya begitu indah, terdengar seperti lantunan melodi.

Saya bertanya, “Lagu apa itu yang berasal dari masjid?”

Dia tersenyum dan menjawab, “Itu bukan lagu. Itu adzan.”

Saya penasaran. “Adzan? Apa itu?”

Dia menjelaskan, “Itu panggilan untuk shalat, panggilan untuk memberi tahu bahwa waktu shalat telah tiba.”

Saya belum pernah mendengar sesuatu seperti itu sebelumnya. Lalu dia berkata, “Coba saya tebak, kamu tidak pernah punya waktu untuk belajar dari orang lain, bukan?”

Saya mengangguk. “Benar.”

Namun, masih banyak pertanyaan dalam benak saya. Salah satunya, “Mengapa ada lebih dari satu Tuhan?”

“Tidak, tidak ada lebih dari satu Tuhan. Yang ada hanya ada satu Tuhan.”

Rupanya Islam memberikan jawaban yang jelas dan tegas. Saat mendengar itu, saya berpikir, “Wow, inilah yang saya cari,” katanya dalam sebuah wawancara di Kanal YouTube Towards Eternity, Agustus 2024.

Tidak ada konsep Yesus sebagai Anak Tuhan dalam Islam, tetapi yang ada keyakinan bahwa Yesus (Isa) adalah nabi dan utusan Allah. Rupanya hal itu bisa saya terima.

image_print
1 2 3 4
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.