UPDATE

ISLAM
ISLAM

Pemimpin Geng Paling Kejam Ini Jadi Lembut setelah Mendengar Adzan dan Masuk Islam

Ketika saya pindah ke bagian utara, saya kembali bertanya, “Mengapa Anda hanya berdoa pada hari Ahad?”

Jawabannya mengejutkan saya, “Tidak, kami berdoa 5 kali sehari.”

Lima kali sehari dalam sehari. Saya berpikir, “Ini masuk akal.”

Tidak seperti yang saya lihat sebelumnya, di mana seseorang bisa berpesta dari Senin hingga Sabtu, lalu pergi ke gereja pada hari Minggu untuk mendapatkan pengampunan atas semua dosa yang telah dilakukan. “Itu tidak masuk akal bagi saya.”

Itulah sebabnya saya memberontak terhadap agama yang dulu, hingga akhirnya menemukan kebenaran Islam.

Islam mengajarkan bahwa ini adalah agama terakhir yang dikirimkan. Manusia selalu berbuat kesalahan, dan para nabi diutus untuk membimbing mereka.

Nabi Muhammad ﷺ adalah nabi terakhir, utusan terakhir yang membawa petunjuk. Saat itu, saya merasa seperti menemukan jawaban yang selama ini saya cari.

Islam menyelamatkan saya—mencegah saya masuk lebih dalam ke dunia gelap, menjauhkan saya dari penjara, dan membimbing saya ke jalan yang lebih baik.

Sejak saya mengenl Islam, saya berhenti minum, berhenti menggunakan narkoba, dan mulai menjalani hidup yang lebih baik.

Bagaimana perasaan saya?

Saya merasa luar biasa. Seperti memulai hidup baru. Saya diberitahu bahwa Islam menghapus semua dosa masa lalu. “Itu adalah hal terindah yang pernah saya dengar.”

Saya dulu berpikir bahwa dosa saya tak terampuni. Saya percaya bahwa pembunuhan adalah dosa yang tidak bisa dihapus.

Namun, Islam mengajarkan bahwa ada ampunan bagi siapa pun yang benar-benar bertobat.

Sejak mengenal Islam, saya mulai pergi ke masjid, dan dari sana, “Alhamdulillah, saya memeluk Islam dengan sepenuh hati dan mengucapkan syahadat.”

Duli, sebelum mengenak Islam,  saya tidak bisa langsung mengadu pada Tuhan. Ibarat ingin membeli mobil dari seseorang, mengapa saya harus berbicara kepada orang lain untuk menyampaikannya? Mengapa saya tidak bisa berbicara langsung untuk membelinya?

Itulah yang selalu hilang dalam hidup saya—hubungan langsung dengan Sang Pencipta. Dan pencarian itu membawa saya kepada kebenaran yang akhirnya mengubah segalanya.

Saat mengenal Islam keangkuhanku yang dulu kembali muncul, bahwa saya pernah berjanji, “Saya tidak akan pernah menjadi seorang Muslim. Saya tidak akan pernah menundukkan wanjah saya ke tanah.”

Namun, akhirnya, Islamlah yang membuka mata saya. Saya tertarik pada Islam saat saya masuk penjara dan setelah keluar (penjara), hidup saya telah berubah selamanya.*

image_print
1 2 3 4
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.