UPDATE

OPINI
OPINI

Tradisi Jual Beli Istri di Eropa, Budaya Rakyat Abad ke-17 sampai ke-20

Kini, meskipun perceraian lewat penjualan di Inggris berakhir pada 1913, bentuk “penjualan” yang berbeda masih bertahan di komunitas-komunitas Eropa seperti yang terjadi pada komunitas Romani Kalaidzhi di Bulgaria.

Di beberapa komunitas Romani, “pasar pengantin” masih terjadi. Di sini, keluarga menegosiasikan harga pengantin untuk wanita muda, meskipun ini adalah negosiasi pra-nikah dan bukan penjualan untuk perceraian.

Acara tahunan ini, yang sering diadakan di Stara Zagora pada hari Sabtu pertama Prapaskah Kristen Ortodoks, berfungsi sebagai kesempatan langka bagi pria dan wanita muda dari klan tradisional yang konservatif ini untuk bertemu. Jika pasangan saling menyukai, keluarga mereka akan menegosiasikan harga pengantin (mahar).

Harga biasanya berkisar antara €2.500 hingga €10.000, meskipun bisa lebih tinggi untuk wanita yang dianggap sangat cantik atau memiliki reputasi.

Membaca sejarah Eropa mengenai jual beli istri ini seharusnya menjadi pelajaran bagi sarjana-sarjana di Asia, Afrika, dan Amerika Latin bahwa kemajuan bangsa Eropa dan Amerika tidaklah datang secara tiba-tiba dan sekaligus. Kedatangannya melalui proses panjang mengikuti perkembangan masyarakat.

Karenanya tidak ada alasan bagi masyarakat yang disebut berasal dari “negara dunia ketiga” itu untuk merasa rendah diri. Ini adalah salah satu tujuan Oksidentalisme, yaitu untuk membongkar mitos peradaban Barat yang “maksum” dari cacat.***

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4 5

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.