UPDATE

ACEH
ACEH

Kepala BBPOM Aceh Perkuat Peran Apoteker sebagai Garda Terdepan Keamanan dan Mutu Obat

Riyanto turut menyampaikan dukungan BPOM terhadap program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), khususnya dalam memastikan pengelolaan dan peredaran obat di tingkat desa berjalan sesuai ketentuan.

BPOM berperan memastikan produk obat, sediaan farmasi, dan obat bahan alam yang beredar melalui sarana di bawah program KDMP memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Pengawasan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan produk dalam negeri serta melindungi masyarakat dari peredaran produk ilegal.

Menurutnya, keberadaan apotek maupun klinik desa di bawah KDMP perlu didukung pembinaan dan pengawasan bersama. Dengan demikian, akses masyarakat terhadap obat dapat semakin baik tanpa mengabaikan aspek legalitas, mutu, dan keamanan produk.

Pengendalian resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR) juga menjadi perhatian dalam pemaparan Riyanto. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 400.7/18668 tentang Pengendalian Resistensi Antimikroba sebagai salah satu langkah memperkuat pengawasan penggunaan antibiotik di masyarakat.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah kabupaten/kota di Aceh didorong untuk memperketat pengawasan penyerahan antibiotik tanpa resep dokter sekaligus meningkatkan edukasi mengenai penggunaan antimikroba secara bijak.

Riyanto mengajak para apoteker mengambil peran aktif dengan memastikan antibiotik diserahkan sesuai ketentuan serta memberikan konseling kepada pasien mengenai penggunaan obat secara rasional. Edukasi yang tepat diharapkan dapat mencegah penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dan menekan risiko resistensi antimikroba.

Selain AMR, ia juga menyoroti masih ditemukannya sarana tidak berizin yang menjual obat keras maupun obat-obatan tanpa kewenangan. Dalam penanganannya, BBPOM Aceh mengedepankan pengawasan berbasis data, pendekatan persuasif, serta pembinaan yang humanis dan edukatif.

Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi antara petugas pemeriksaan dan tim Informasi dan Komunikasi (Infokom) BBPOM Aceh untuk memperluas edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat, termasuk melalui sosialisasi di sekolah serta perguruan tinggi.

Menutup sambutannya, Riyanto berharap momentum PIT dan World Pharmacists Day 2026 dapat semakin memperkuat kompetensi, komitmen, dan integritas profesi apoteker. Ia mendorong seluruh anggota IAI untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam pelayanan kefarmasian, memberikan edukasi kepada pasien, mendukung pendampingan sarana kefarmasian di tingkat desa, serta berperan aktif mencegah peredaran obat ilegal.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.