Penulis: Khalil Ismail**
PADA satu kesempatan saya pulang ke kampung untuk menghadiri kenduri pesta perkawinan anak kerabat saya. Ketika itu saya bertemu dengan seorang keponakan saya yang selama ini kuliah dan bekerja di Jakarta. Setelah bicara banyak hal, dia mulai menceritakan pengalaman dia mencari kerja di Ibukota. Dia pernah melamar dan mengikuti test masuk kerja di sebuah Bank yang mayoritas sahamnya dimiliki pihak asing. Dia antusias mengikuti test tahap demi tahap, dan dia yakin akan diterima di Bank tersebut. Alasannya adalah karena di jajaran pejabat Bank tersebut ada orang Aceh. Sebagai orang Aceh, dia tetap yakin, sesama aceh pasti akan membantu.
Apa yang terjadi ketika hasil test penerimaan karyawan baru di umumkan. Prediksi dia ternyata meleset. Cita-cita dia untuk menjadi karyawan Bank tersebut buyar. Dia tidak lulus. Selanjutnya mudah ditebak. Dia dongkol dan kecewa berat, karena menurut dia, begitu teganya sang pejabat Bank yang orang aceh tersebut, tidak mau membantu dia. Akan tetapi di akhir ceritanya, dia mengakui bahwa profesionalitas dari jajaran pengurus Bank, dan tentu juga dari Tim Penerimaan Karyawan. Katanya, pantaslah Bank-Bank yang dimiliki oleh pihak asing maju pesat. Hal ini disebabkan karena mulai dari karyawannya pada level bawah hingga di jajaran pengurus Bank, memiliki kemampuan yang mumpuni, serta menjunjung tinggi profesionalisme. Mereka menjauhkan sifat primordialisme Karena industri perbankan adalah industri yang wajib dikelola secara profesional.
Pada pembicaraan terakhir, Dia menanyakan sebuah pertanyaan yang menohok. Bagaimana dengan Bank Aceh, Pakcik… Nampaknya kalau saya melamar dan ikut testing di Bank Aceh kan Pakcik masih bisa bantu kan.. walau sudah pensiun. Ketika itu, apa yang harus saya jawab. Saya memberi jawaban kepada dia, dengan senyum malu, dan di dalam hati, saya mengakui bahwa selama ini kita belum menerapkan profesionalisme secara sungguh-sungguh, meski kata-kata tersebut kerap kita bicarakan, kita diskusikan di dalam rapat internal, dan juga di forum-forum seminar. Kita hanya pandai berkata, akan tetapi tidak mampu melaksanakannya. Pertanyaannya adalah program apa yang diterapkan oleh pihak Bank tersebut..?. salah satunya adalah TALENT POOL PROGRAM.
Setiap perusahaan tentunya ingin memiliki karyawan yang berbakat dan bertalenta. Hal ini bertujuan agar perusahaan tersebut dapat berjalan dan berkembang dengan baik. Salah satu
metode yang dapat digunakan untuk mendapatkan karyawan dengan kualitas terbaik adalah dengan menerapkan metodeTalent Pool Program dalam sistem penerimaan karyawannya.
Jika kita membuka di Google, banyak kita temui pembahasan tentang Talent Pool ini.
Talent Pool Program adalah sebuah program yang membangun serta mengembangkan kelompok kandidat yang memeuhi persyaratan untuk menjadi karyawan maupun pada promosi suatu jabatan kelak. Pengertian Talent Pool yang sering juga disebut dengan kumpulan bakat, merupakan kumpulan kandidat berpotensi tinggi yang dibuat oleh perusahaan sebagai sumber untuk merekrut karyawan.
Bagaimana dengan Bank Aceh? Mungkinkah menerapkan Program Talent Pool ini. Sangat mungkin, karena program talent pool ini sudah lama diterapkan di lembaga perbankan, bukan hanya di Indonesia, akan tetapi juga di seluruh dunia, khususnya di Bank-Bank-besar, yang berskala nasional dan internasional.
Talent Pool Program lebih dari sekedar model rekrutmen reguler, yang umumnya untuk mengisi posisi yang kosong. Namun Talent Pool Program di desain sebagai media untuk mencetak leader masa depan (Fast Track Leader) melalui sistem Fast Track, yaitu Bank melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi, yang bertujuan untuk memberi kesempatan kepada karyawan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (misalnya Magister dan Doktor), yang lazimnya dengan waktu studi yang lebih singkat dibandingkan dengan jalur reguler. Untuk program Magister biasanya 2 tahun. Tujuan lain dari sistem Fast Track ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi karyawan sesuai dengan kebutuhan Bank Aceh. Pemanfaatan sistem Fast Track juga dapat memberi keuntungan lain, karena bersifat fleksibel, dan disesuaikan dengan jam kerja karyawan.
Talent Pool Program yang akan diterapkan oleh Bank Aceh, juga perlu mempertimbangkan waktu atau periode kapan dan jabatan leader apa saja yang akan dibutuhkan oleh Bank untuk waktu 5 sampai 10 tahun mendatang. Tentunya Bank Aceh sudah bisa mengamati (View) dari dinamika bisnis Bank ke depan.
Selain model Talent Pool Program dengan menerapkan sistem Fast Track sebagaimana yang kita bahas di atas, Bank Aceh harus tetap terbuka untuk menerima lulusan baru (Fresh Graduate), dari pelamar, baik yang berasal dari jenjang SMA, D3, D4 dan S1, karena yang dilihat atau dibutuhkan adalah Talenta-nya untuk menjadi Future Leader (Pemimpin Masa Depan) dan The Next Leader (Pemimpin berikutnya untuk menggantikan pemimpin yang sekarang).
Untuk mencetak “Future Leader” tentunya tidak cukup hanya memiliki Knowledge dan Skill saja, namun aspek “Attitude” tetap akan menjadi faktor yang penting dalam membentuk “Integritas”. Tentunya akan sangat berbahaya, bila perusahaan perbankan seperti Bank Aceh dijalankan oleh pejabat dan pegawai yang pintar, namun miskin integritas.
Selain itu, Bank Aceh juga dapat mencari kandidat calon karyawannya melalui bursa kerja (Job Fair). Untuk mendapatkan kandidat calon karyawan melalui bursa kerja tentu perlu mendapat dukungan dari Dinas terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja setempat, Job Fair yang biasanya dilaksanakan secara berkala akan di ikuti oleh banyak perusahaan. Melalui bursa kerja ini Bank Aceh bukan hanya bisa merekrut calon karyawan baru yang masih berstatus pemula, bahkan dapat juga mencari calon karyawan yang selama ini sudah berpengalaman di perusahaan atau di perbankan lain, akan tetapi mereka merasa bahwa posisi yang digelutinya selama ini tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki, atau belum sesuai dengan ekspektasinya.
Ada satu lagi cara untuk mendapatkan kandidat calon karyawan yang berkualitas dan bertalenta, yaitu Bank Aceh dapat melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi terbaik, baik yang berada di Provinsi Aceh maupun yang berada di luar Provinsi Aceh. Melalui sistem ini Bank meminta Perguruan Tinggi untuk memantau dan mengamati para mahasiswa yang berprestasi dan mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Tinggi di Fakultas (jurusan) yang dibutuhkan.
IPK adalah nilai rata-rata dari semua mata kuliah yang telah diambil selama masa studi di Perguruan Tinggi. Bank Aceh dapat menetapkan persyaratan yang dibutuhkan dari si calon, misalnya, maksimal umur, tinggi badan, berat badan, memiliki keahlian khusus, seperti penguasaan bahasa asing, keahlian di bidang Teknologi Informasi, beserta persyaratan lainnya, sesuai dengan ketentuan yang sudah berlaku di internal Bank Aceh. Data-data dari para kandidat calon karyawan yang sudah ada, dimasukkan ke dalam Data Base, yang dapat digunakan pada saat akan dilaksanakan rekrutmen karyawan baru.
Ada beberapa keuntungan yang akan di dapat jika rencana rekrutment karyawan menggunakan Talent Pool, antara lain:
1. Menghemat biaya Rekrutmen.
Bank Aceh dapat menghemat biaya untuk rekrutmen karyawan, seperti biaya iklan, sewa tempat/lokasi test, biaya jasa konsultan bisa lebih kecil, dan lain-lain, karena data-data awal dari calon karyawan telah cukup tersedia di Data Base.
2. Menghemat/mengurangi waktu Rekrutmen.
3. Proses rekrutmen tidak harus dilakukan mulai dari awal lagi, karena data-data di Data Base sudah cukup memberi informasi kepada Bank tentang si calon. Dalam beberapa hal, proses rekrutmen dapat langsung ke tahap wawancara. Dengan demikian posisi pekerjaan di Bank yang selama ini kosong dapat segera terisi.
4. Hasil rekrutmen berkualitas.
Mengingat kemampuan calon karyawan telah diamati, dinilai dan diketahui sebelumnya, maka akan timbul keyakinan bagi pihak Bank, bahwa calon yang direkrut tersebut berkualitas, memiliki kemampuan, sehingga bisa dipercaya untuk mengisi satu posisi di Bank.
Kita meyakini, apa yang kita bahas ini sebagiannya telah mulai diterapkan oleh Bank Aceh. Meski belum sepenuhnya, namun secara bertahap tentu sepantasnya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sudah saatnya sistem rekrutment karyawan dengan sistem lama yang sudah usang, sudah ketinggalan zaman wajib ditinggalkan. Tidak boleh ada lagi calon karyawan yang dititipkan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Semua anak-anak Aceh, laki-laki dan perempuan, baik dari kota maupun desa, apapun profesi orang tua-nya, mempunyai hak yang sama, dan wajib diberi kesempatan yang sama untuk menjadi karyawan Bank Aceh, tentu setelah semua persyaratan yang berkaitan dengan rekrutmen karyawan terpenuhi. Bukankah Bank Aceh ini milik rakyat Aceh.!. Jika kita ingin melihat Bank Aceh maju, bermutu dan berkembang dengan baik, maka kita semua, tanpa terkecuali wajib mendukung management Bank Aceh, untuk mencetak karyawan yang unggul, bertalenta melalui Talent Pool Program.
Dengan penerapan Talent Pool Program dalam sistem rekrutment karyawan, maka ke depan diharapkan tidak ada lagi, setidak-tidaknya bisa diminimalisir gonjang ganjing yang bikin heboh seluruh jagat raya ini. Karena yang pasti, tidak ada pihak yang menang dan yang kalah dari problematika yang dihadapi oleh Bank Aceh. Yang sudah jelas, Bank Aceh-lah yang paling dirugikan karena reputasi yang baik yang telah dibangun sejak Bank Aceh berdiri, terjerembab seketika ke titik nadir. Hilang kepercayaan dan kebanggaan kepada mereka yang telah bekerja keras siang dan malam, dengan keringat, darah dan air mata, bahkan nyawa beberapa karyawan Bank melayang, hanya untuk menjaga, mengawal dan mempertahankan Bank Aceh dari keterpurukan. Mari kita akhiri “Diskusi”yang tidak memberi solusi ini.
Kini saatnya kita bangun dan kita kembangkan bersama Bank Aceh, khususnya dalam rekrutmen karyawan dengan beralih ke sistem Talent Pool Program yang lebih modern dan up to date, yang bekerja cepat, efisien dan mendapat hasil yang berkualitas. Harus di akui, bahwa saat ini Bank Aceh masih REGIONAL, namun ke depan Bank Aceh beserta seluruh karyawannya wajib GO INTERNATIONAL.
**). Direktur Kepatuhan Bank Aceh Periode 2006-2010


















































































































Komentar Terbaru